Videqqu
· Administrator· 6 dibaca

Mengapa Mean Reversion Gagal pada Pasar Ber momentum: Sebuah Studi Empiris

Eksplorasi statistik mengapa strategi mean reversion sederhana gagal pada saham ber-momentum kuat, dengan data S&P 500 20 tahun.

Pendahuluan Mean reversion adalah salah satu anomali pasar yang paling banyak diteliti. Namun penerapannya naif sering gagal ketika dihadapkan pada saham dengan momentum kuat. Metodologi Kami menguji z-score 20 hari pada universe S&P 500 periode 2005-2025, membandingkan kinerja short-reversal pada kuanti terbawah vs kuintil teratas berdasarkan 12 bulan momentum. Temuan 1. Pada kuintil momentum terendah, sinyal reversal menghasilkan win-rate 54%. 2. Pada kuintil momentum tertinggi, win-rate jatuh ke 41% dengan ekor kerugian lebih tebal. 3. Volatilitas terimplisit menjelaskan sebagian besar perbedaan. Kesimpulan Filter momentum sederhana cukup untuk menghindari mayoritas kegagalan mean reversion. Riset lanjutan akan menguji interaksi dengan likuiditas. Disclaimer: artikel ini bersifat edukatif, bukan rekomendasi investasi.

Artikel Lainnya